Articles

Sosialisasi Kaji Ulang RAD-GRK di Sulbar

Mamuju, Sulbar – Besarnya rotasi penanggung jawab di lingkup Kabupaten maupun Provinsi Sulawesi Barat, maka perlu dilakukan peningkatan kapasitas dalam penyusunan Business As Usual (BAU)/Baseline dan aksi mitigasi serta penyusunan Pemantauan Evaluasi Pelaporan (PEP) RAD-GRK. Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Barat, Ir. H. Agussalim Tamadjoe, M. Eng, Sc pada pembukaan Sosialisasi Kaji Ulang RAD-GRK dan Pelatihan Perhitungan BAU/Baseline RAD-GRK di Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Barat, 27 – 28 Juli 2016 lalu.

Acara dihadiri oleh Bappeda Provinsi Sulawesi Barat, Bappeda Kabupaten Majene, Bappeda Kabupaten Mamasa, Dinas Kehutanan Kabupaten Majene, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat,        Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sulawesi Barat serta Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Barat dan tim Sekretariat Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) diantaranya Atjeng Kadaryana, Putri Permatasari, Evi Wulandari, Dinda Tri Handayani serta GIZ-PAKLIM, Ratna Budiarti.

Tujuan diselenggarakan kegiatan pendampingan dan fasilitasi Rencana Kaji Ulang RAD-GRK dan pelatihan perhitungan BAU/Baseline adalah meningkatkan kapasitas dalam penyusunan BAU/Baseline dan aksi mitigasi serta penyusunan PEP RAD-GRK.

Selanjutnya acara diisi dengan paparan mengenai status dan perkembangan RAN-GRK, Rencana Kaji Ulang RAD-GRK dan pelaporan PEP RAD-GRK tahun 2010 – 2015 khususnya Provinsi Sulawesi Barat. Target utama pelatihan antara lain menyelesaikan perhitungan BAU/Baseline Kaji Ulang RAD-GRK Prov. Sulawesi Barat, menentukan usulan kegiatan mitigasi berdasarkan dokumen perencanaan Provinsi Sulawesi Barat, dan menyelesaikan laporan PEP RAD-GRK tahun 2015.

Agar kegiatan RAD-GRK makin baik diusulkan beberapa masukan diantaranya peserta yang hadir saat ini diharapkan dapat mengikuti kegiatan-kegiatan RAD-GRK selanjutnya, ketersediaan data yang dibutuhkan dalam perhitungan target emisi, serta adanya keterlibatan pihak swasta dalam pendanaan kegiatan aksi mitigasi di daerah.

Setelah kegiatan rencana kaji ulang Provinsi Sulawesi Barat maka akan dilaksanan tindak lanjut yaitu menyiapkan semua data yang dibutuhkan hingga ke tingkat Kabupaten/Kota sebagai input dalam revisi Baseline.

Selanjutnya menghitung target penurunan emisi dari rencana aksi yang diusulkan, menyusun formulasi strategi implementasi RAD-GRK, menyusun laporan PEP Sulawesi Barat tahun 2016 dan menyelesaikan draf dokumen RAD GRK.

Adapun yang menjadi kendala dalam kegiatan Kaji Ulang RAD-GRK di Provinsi Sulawesi Barat diantaranya keterbatasan ketersediaan data yang dibutuhkan, beberapa perwakilan dari SKPD terkait tidak hadir, waktu pendampingan cukup singkat untuk menyelesaikan pokok-pokok kaji ulang dan beberapa kegiatan aksi mitigasi bukan menjadi prioritas pembangunan Provinsi/Kabupaten/Kota sehingga terkendala pada sumber pendanaan. (SekRAN-GRK)

Copyright 2012.

SEKRETARIAT RAN-GRK, Wisma Bakrie II, 6 th Floor, Jl. H.R. Rasuna Said, Kav B-2, Jakarta 12920
Office phone: (021)57942105, Fax: (021) 57942106, e-mail: info[at]sekretariat-rangrk.org